KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp32,15 per Kg, Jadi Rp3.879,38

13 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp32,15 per Kg, Jadi Rp3.879,38

sawitsetara.co - JAMBI — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan pada periode 14–20 Agustus 2026. Untuk kelompok umur 10–20 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.879,38 per kilogram, turun Rp32,15 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan harga tersebut terjadi di tengah perubahan sejumlah indikator pembentuk harga. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.401,29 per kilogram, sedangkan harga inti sawit (kernel) mencapai Rp12.801,62 per kilogram.

Adapun indeks K pada periode ini berada di level 93,54 persen. Harga cangkang tercatat sebesar Rp21,52 per kilogram.

Harga TBS tertinggi pada periode ini berada pada kelompok umur 10–20 tahun, yakni Rp3.879,38 per kilogram. Sementara itu, harga TBS untuk tanaman umur 3 tahun ditetapkan Rp3.215,55 per kilogram.

DPP

Berikut daftar lengkap harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi periode 14–20 Agustus 2026:

- Umur 3 tahun: Rp3.215,55/kg

- Umur 4 tahun: Rp3.398,26/kg

- Umur 5 tahun: Rp3.478,00/kg

- Umur 6 tahun: Rp3.572,81/kg

- Umur 7 tahun: Rp3.655,40/kg

- Umur 8 tahun: Rp3.711,36/kg

- Umur 9 tahun: Rp3.796,31/kg

- Umur 10–20 tahun: Rp3.879,38/kg

- Umur 21 tahun: Rp3.818,40/kg

- Umur 22 tahun: Rp3.728,84/kg

- Umur 23 tahun: Rp3.691,87/kg

- Umur 24 tahun: Rp3.510,34/kg

- Umur 25 tahun: Rp3.612,14/kg.

Tags:

Harga TBS Jambiharga TBSTBSTandan Buah SegarBerita SawitSawitsawitkelapa sawit

Berita Sebelumnya
Jambi Tak Perlu Buka Lahan Baru, Produktivitas Sawit Harus Digenjot

Jambi Tak Perlu Buka Lahan Baru, Produktivitas Sawit Harus Digenjot

Peningkatan produktivitas menjadi salah satu pekerjaan besar dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit Provinsi Jambi. Dengan luas areal yang telah mencapai lebih dari 1,1 juta hektare, pengembangan sawit ke depan dinilai tidak lagi perlu mengandalkan ekspansi lahan, melainkan peningkatan produktivitas melalui peremajaan dan modernisasi budidaya.

12 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *